Pentingnya Serikat Buruh menyelenggarakan pendidikan untuk anggotanya

Pergilah kerakyat,,tinggallah bersama merekacintailah mereka..mulailah dengan yang mereka tahu,, bangunlah dengan yang mereka miliki..,, namun pemimpin yang baik  ketika kerja telah selesai dan tugas telah dilaksanakanrakyat akan berkata: “kamilah yang mengerjakannya”.

(Lao Tse)

Carut marut dunia perburuhan terjadi sejak jaman perbudakan, maka tak heran bila saat ini banyak yang mengistilahkan masalah perburuhan sebagai bentuk perbudakan modern. Permasalahan normatif, outsourching dan kontrak kerja, serta kepastian hukum seringkali ditemui atau kita dengar saat aksi. Tetapi apakah masalah buruh hanya itu saja? Hal tersebut hanya bisa kita tahu dan pelajari bila kita mau belajar dalam pendidikan-pendidikan dan mencari tahu kebenarannya. Setelah tahu, baiknya dipelajari dan didiskusikan bersama.

Pendidikan adalah bagian dari proses penyadaran. Semakin banyak buruh yang sadar maka semakin kuat perlawanan terhadap penindasan. Tetapi sebaliknya, semakin malas belajar atau menitipkan nasib pada kawan-kawan yang berjuang maka semakin langgeng penindasan. Bukan hanya pengusaha atau penguasa saja yang menindas tetapi sikap acuh, kemalasan, ketidaktahuan, dan pasrah pada keadaan, turut ambil bagian dalam penindasan. Maka pendidikan menjadi amat sangat penting.

Pendidikan serikat adalah pekerjaan yang sangat penting. Tujuan dari  pendidikan adalah memberikan pemahaman dan pengembangan teori-praktek kepada buruh secara luas, anggota baru, maupun pada pengurus atau pimpina norganisasi massa buruh, agar mampu memahami persoalan pokok klas buruh dan bersedia terlibataktif dalam kerja-kerja organisasi, dan mampu memimpin organisasi massa buruh dengan tepat. Lebih singkatnya pendidikan bertujuan untuk membangkitkan, menggerakkan dan mengorganisasikan buruh berdasarkan aktivitas kerja/tempat kerja dan jenis produksinya.

Agar pemahaman buruh/anggota dan pimpinan serikat dapat secara sistematis dan dialektis, maka pelaksanaan pendidikan akan dibagi dalam tahapan sesuai dengan perkembangan kesadarandan pekerjaannya. Pentahapan tersebut dirangkum dalam kursus tiga tahap serikat, yang dibagi dalam pendidikan dasar serikat, pendidikan menengah serikat, dan pendidikan Lanjut serikat. Diskusi, kursus, atau bacaan lain di luar yang digariskan dalam ketiga tahap tersebut juga harus dilakukan untuk memperkaya pengetahuan teori dan keterampilan praktek dan tetap disesuaikan dengan tujuan dan capaian per tahap.

Sedangkan tujuan dari proses pendidikan adalah:

  1. Mengetahui dan memahami hak-hak dasar mereka sebagai manusia dan sebagai kaum buruh secara ekonomi (mendapat kesejahteraan dalam bentuk upah yang layak) maupun politik (hak berorganisasi dan emansipasi menentukan kebijakan negara terutama yang berhubungan langsung dengan penghidupan kaum buruh maupun kebijakan lainnya) dan kebudayaan (hak untuk memperoleh pendidikan untuk memperbaiki taraf kesadaran dan kebudayaannya).
  2. Memahami kondisi yang sedang mereka alami sebagai bentuk penindasan dan penghisapan atas hak-hak dasar yang mestinya mereka nikmati tanpa dimintapun. Penghisapan dan penindasan yang mereka alami bukan kewajaran atau nasib karena mereka lemah dan pengusaha kuat dan berbaik hati telah menolong mereka sehingga tidak menjadi pengangguran. Mereka harus memandang bahwa persoalan mereka dengan pengusaha maupun pemerintah adalah persoalan pertentangan kepentingan harus dihadapi dan dipecahkan. Pengusaha karena sumbangan dana dan akses pasarnya hendak memperoleh untung sebesar-besarnya tanpa terlibat langsung dalam kerja produksi ingin memperoleh pemasukkan dari pajak dan cukai serta kaum buruh sendiri ingin memperoleh upah yang layak untuk menopang kehidupannya dan keluarga.
  3. Menyadari bahwa hanya dengan berjuang secara bersama-sama dengan kaum buruh lainnya mulai tingkat pabrik, daerah, nasional, dan internasional segala persoalannya bisa diselesaikan.
  4. Memiliki kemampuan berdiskusi, rapat dengan benar dan membuat program kerja sederhana.
  5. Mengetahui dan menyadari hak dan kewajiban terhadap organisasi/serikat (memberi laporan dan iuran serta haknya untuk mendapat pendidikan dan pelayanan/pembelaan atas soal-soal yang sedang dihadapi).

Mari bersama-sama menjadi buruh yang terdidik, terpimpin, dan terorganisir, karena perubahan terjadi bukan karena belas kasihan tetapi harus diperjuangkan. Semakin banyak yang terdidik maka akan semakin kuat. Perubahan ada di tangan kita namun semua kembali pada diri kita masing-masing: apakah akan tetap dalam keadaan tidak tahu? Menitipkan nasib? Berharap ada malaikat penolong yang memperjuangkan nasib kita? Atau acuh? menikmati penindasan, atau mulai belajar dan berjuang? Anda yang menentukan.

 

 

Share Button