Buruh buka puasa bersama dengan pendiri Kampung Kue Rungkut

Pada pertengahan bulan puasa tepatnya pada tanggal 19 Juni 2016 di Perumahan Wisma Tropodo Waru Sidoarjo, Wadah Asah Solidaritas menyelenggarakan buka puasa dan berbagi ilmu. Pertemuan ini mengusung tema  “Buruh merintis usaha mungkinkah”? Diskusi ini menghadirkan tokoh aktivis buruh tahun 1990 an yang sekaligus penggagas kampung kue di Rungkut Lor Choirul Mahpuduah. Puluhan peserta dari buruh dan mahasiswa tampak antusias hadir dalam pertemuan ini.13512224_142850692801995_4027958341917849188_n

Choirul Mahpuduah mengatakan bahwa pada tahun 1990 dia adalah seorang buruh di perusahaan di Rungkut Surabaya. Dia sangat vokal menentang kesewenang-wenangan perusahaan terkait pelanggaran hak-hak normatif buruh seperti upah, cuti haid, dan kondisi kerja. Pada tahun 1993 dia tidak lagi bekerja di perusahaan dia dipecat akibat sikapnya yang vokal.

Dipecat dari perusahaan tidak membuat dia berputus asa berhenti berjuang dan bekerja. Dia justru merintis usaha bersama warga di mana dia tinggal. Dia sejak tahun 2015 merintis usaha kampung kue di Rungkut Lor Gang II Kalirungkut Surabaya.

13502071_142850799468651_2334513061107398002_n

Dia mengatakan pengrajin kue ada 65 orang. Mereka memproduksi kue berbeda beda jumlah 70 jenis kue. Mereka mulai bekerja sejak pukul 02.00 WIB. Mulai jam 5 pagi pengraji kue sudah siap dengan dagangannya baik untuk pelanggang tetap yang berjumlah 45 orang dan pelanggan yang tidak tetap. Pelanggan tetap adalah orang yang menjual kembail kue di pasar, di pabrik, di sekolah, di warung dan mall.

Dari hasil penjualan kue tersebut pengrajin kue setiap hari mengahasilkan omset penjualan rata-rata Rp 20 Juta. Pengrajin kue ini juga punya kas yang ditaruh di koperasi yang berjumlah sekitar 50 juta.

Serikat buruh di Indonesia menurut dia mempunyai potensi besar untuk membangun kekuatan ekonomi. Data yang di keluarkan kemenakertars pada tahun 2015 mencatat jumlah anggota serikat buruh di Indonesia mencapai 3.414.455 orang. Serikat yang mempunyai jumlah anggota dan iuran rutin sangat mungkin untuk menciptakan mesin produksi ekonomi.

Menurut dia aktivis buruh tidak takut lagi berjuang dan di PHK di pabrik karena serikat buruh sudah mempunyai mesin ekonomi sendiri. Mesin ekonomi ini akan sangat membatu perjuangan buruh apalagi saat buruh mogok kerja di pabrik.

Share Button