Suliyanti adalah buruh biskuit di Rungkut Surabaya. Ia sudah 25 tahun bekerja dan itu membuat dia jenuh. Walaupun usianya masih 45 tahun ia pilih pensiun dini. Selepas pensiun ia ingin buka warung penyetan dan cafe di kampung halaman suami di Kediri Jawa Timur.
Usaha penyetan sudah berjalan sambil menunggu uang pesangon yang akan cair setelah lebaran dan itu akan jadi modal usaha. Sedangkan usaha cafe akan menyusul setelah usaha penyetan berjalan di kampung halaman yang dekat sama pabrik rokok gudang garam Kediri.
Suliyanti selama dalam dalam proses uji coba nasi penyetan dibantu oleh mahasiswa Universitas Petra Surabaya. Mahasiswa membantu mulai mendesain tempat makanan, cara promosi, mengatur keuangan usaha sekaligus dibantu promosi ke mahasiswa Petra.
“Usia saya baru 45 tahun dan itu tidak terlalu terlambat untuk buka usaha sendiri. Jadi ini sudah tepat waktunya”, katanya sambil tersenyum
Anak pertama sudah mau lulus kuliah dan sudah bisa kerja walau hanya buka bimbingan belajar. Sedangkan suami masih kerja dipabrik kedaung Rungkut sambil menjalankan usaha gojek dikala senggang. Tinggal anaknya yang masih mondok dan sekolah SMP yang butuh biaya banyak. Jadi kedepan yang butuh biaya besar hanya dia yang sekolah SMP. Ucapnya.
Oleh : Mahrawi

