Rangkaian sekolah paralegal gelombang 4 yang diagendakan oleh Wadah Asah Solidaritas puji Tuhan terlaksana semuanya sampai pertemuan ke 4 walaupun sempat tertunda beberapa bulan dikarenakan kasus pandemic covid-19 begitu tinggi. Pertemuan ke 4 sendiri berlangsung pada tanggal 10-11 oktober 2020 sebagai penutup atau puncak dari serangkaian sekolah paralegal peserta dari pengurus serikat buruh beserta mahasiswa kali ini diajak untuk memahami dan berpraktek dalam membuat sebuah kronologi, surat kuasa serta surat gugatan. Pemateri kali ini adalah seorang advokat publik dari Lembaga Bantuan Hukum Surabaya yakni mas Soleh SH.
Pada hari pertama soleh menjelaskan cara membuat kronologi yang benar agar Hal ini untuk memudahkan memahami alur sebuah perkara. Dalam sebuah kronologi diwajibkan dituliskan adanya peristiwa yang berimplikasi hukum atau yang disebut dengan fakta hukum sedangkan fakta biasa atau peristiwa yang tidak ada implikasi hukum hanya sekedar tambahan saja tentu dituliskan poin-poin pentingnya saja dalam penulisan sebuah kronologi. Setelah dijabarkan semuanya dilanjutkan dengan berpraktek menuliskan kronologi lalu setiap peserta mempresentasikan kronologi yang sudah dibuat lalu dikoreksi bersama dengan 5W+1H.
Masih pada hari pertama kemudian dilanjutkan dengan materi dan praktik membuat surat kuasa. Cara membuat surat kuasa meski tergolong mudah, tetapi tidak semua orang tahu cara membuat surat kuasa. Karena banyak unsur-unsur penting yang tidak boleh terlewatkan. Surat kuasa biasanya dibuat ketika kita sendiri tidak bisa menjalankan tugas karena adanya suatu keperluan maka kita akan memberikan kuasa kepada orang lain untuk melakukannya. Soleh menjelaskan apa isi dari surat kuasa, syarat sahnya pemberian kuasa serta mengajak peserta untuk membedakan yang mana surat kuasa khusus serta surat kuasa umu beserta dasar hukumnya.
Hari kedua Soleh memberikan materi teknik pembuatan surat gugatan dan pelaporan. Soleh mengatakan kepada para peserta dalam membuat Gugatan diperlukan langkah-langkah yang cermat detail dan terperinci agar supaya surat gugatan sedikit mungkin terjadi adanya kesalahan formal yang dapat berakibat gugatan menjadi kabur dan tidak dapat diterima. Tentunya peserta diajak praktik untuk membuat surat gugatan.
selanjutnya pertemuan ke 4 ditutup dengan game point of you oleh bro diaz.
Diharapkan semoga setelah rangkaian sekolah paralegal pertemuan pertama sampai keempat para peserta terus tidak lelah belajar apa yang sudah didapatkan dan yang sudah dipraktikkan lalu tidak lupa diaplikasikan oleh para peserta di dalam sebuah advokasi.

