Pada tanggal 3 Mei 2015 yang lalu Wadas mengadakan syukuran dan selamatan rumah kontrakan baru di Krikilan-Glenmore Banyuwangi. Bagi warga masyarakat di daerah Glenmore yang sebagian besar adalah suku Madura syukuran atau selamatan merupakan hal yang wajib dilaksanakan untuk mendatangkan berkah dan menolak bencana. Menurut orang Madura selamatan haruslah tetap dilakukan apalagi menyangkut tempat tinggal.Sebuah rumah haruslah diberikan doa agar mendatangkan rejeki dan menjauhkan dari mara bahaya, sekalipun sekadar rumah kontrakan. Selamatan yang berasal dari kata slamet (Arab: salamah) yang berartiselamat, bahagia, sentausa. Hal yang utama dari acara selamatan rumah adalah dengan mengundang beberapa tentangga dan teman-teman untuk memberitahukan alamat dan rumah tempat tinggal baru sehingga mempermudah upaya menjalin komunikasi dan silaturahmi. Silaturahmi pertama yang dijalin adalah ketika para ibu-ibu sibuk membantu kami mempersiapkan masakan untuk acara selamatan.
Pada awalnya saya hanya meminta bantuan seorang ibu, tetapi ketika saya bercerita pada ibu-ibu yang lain bahwa saya akan menyelenggarakan selamatan, saya terkejut dan tergetar hati ketika mereka dengan sukarela mau membantu mempersiapkan masakan selamatan secara gotong royong. Gotong royong para perempuan dalam selamatan merupakan tradisi yang tetap dipelihara oleh warga masyarakat desa di daerah Glenmore dan menjadi tempat menyambung silaturahmi khususnya bagi para perempuan ketika memasak bersama, dan bagi laki-laki ketika mereka hadir dalam memanjatkan doa.
Acara syukuran ini di mulai dengan dialog dan doa bersama dengan duduk bersila diatas tikar seadanya. Selesai berdoa bersama, ada pemotongan nasi tumpeng dan makan bersama. Sebelum pulang para bapak-bapak yang hadir diacara tersebut dibawakan berkat masing masing. Membawa berkat setelah ikut acara selamaten sudah menjadi tradisi di kalangan meraka.
Karena saya hanya mengundang 30 orang warga, saya diprotes oleh para buruh dan masyarakat lainnya yang merasa tak diundang, “Mereka berkata begini, kok saya gak diundang mas, kan saya mau tahu rumahnya yang baru dan juga ingin ikut mendoakan”.
Pada awalnya kami berinisiatif mengadakan syukuran hanya sekadar untuk mengikuti tradisi dan menjalin silaturahmi, tetapi tak disangka solidaritas itu terwujud di dalam acara ini. Kehadiran Wadas selama dua tahun diakui sebagai upaya untuk membangun pendidikan bagi buruh dan keluarganya di daerah Banyuwangi hingga mereka dengan rela dan sadar bersolidaritas dalam acara selamatan pindah rumah dalam bentuk apapun.
Pada bulan Agustus 2014, Wadas juga pernah melaksanakan kegiatan halal bihalal tetapi peran serta para ibu tidak sama ketika Wadas menyelenggarakan syukuran pindah rumah kontrakan kali ini. Dua orang ibu yang para suaminya selama ini menjadi sahabat saya bahkan berkata demikian, “Mas, kali ini saya mau nyumbang jajan untuk acara selamatan, diterima ya”. Dua tahun wadas bersama para warga masyarakat perkebunan ini dan ketika mereka akhirnya mengucapkan hal tersebut sebagai wujud menerima kami dengan baik, saya dan teman-teman begitu bersyukur dan terharu. Seorang ibu pun bahkan berkata demikian, “Saya dan suami berterima kasih kepada sampeyan dan teman-teman yang telah banyak membantu masyarakat di perkebunan yang ada di daerah Glenmore ini, sabar dengan orang-orang sini, ngajarin sabar padahal kadang sampeyan udah datang kita sibuk kerja gak datang kalo sampeyan pas mau ngadakan pertemuan atau melatih anak-anak kecil, saya dan suami mau nyumbang jajan, Mas”. Pemilik rumah kontrakan yang mengetahui bahwa kami merupakan orang-orang yang membantu memfasilitasi pendidikan masyarakat perkebunan bahkan menyumbang gula sebagai bentuk solidaritas.
Sudah dua tahun kami berinteraksi dan berproses dengan warga masyarakat yang bekerja di perkebunan daerah Glenmore. Banyak kegiatan yang kami lalui bersama mereka hingga beberapa diantara mereka memanggil saya dan teman-teman dengan sebutan “Pak Guru”. Kami dianggap sebagai guru lantaran selalu mengajak mereka untuk belajar, dari mulai anak-anak hingga orang tua. Setelah dua tahun berproses bersama hubungan emosional pun terbentuk dan mereka menerima kami dengan baik. Hubungan baik tersebut dibalas dengan bantuan mereka dalam penyelenggaraan syukuran rumah baru. Demikianlah solidaritas dan silaturohmi yang terekam dalam acara selamaten.

