PT. Siantar Top Tbk resmi berdiri pada tahun 1987 dengan pendiri langsung Bapak Shindo Sumidomo. Perusahaan ini berada di tambak sawah Waru Sidoarjo dengan menempati luas area seluas 25.000m2.
Perusahaan ini memproduksi kerupuk, mie (Soba Mie Sedap, Spix Mie Goreng, Mie Gemez & Gemez Enaak), permen (Gaul, Milenium, Tovie & XUXU), Snack (Twistko, French Fries 2000 & Leanet), minuman serbuk, Biskuit (GO! Potato, GO! Malkist, Goriorio & Wafer), dan Kopi.
Perusahaan ini mengembangkan perusahaannya di beberapa tempat yang ada di Bekasi, Medan dan Makasar.
Pada tahun 2015 PT. Siantar Top dalam rilisnya menyebutkan pendapatan perseroan ini menjadi Rp1,29 triliun pada semester I/2015. Perusahaan ini meningkat hasil keuntungannya 23% dari sebelumnya Rp1,04 triliun.
Berdasarkan Majalah Globe Asia yang dirilis oleh bisnis.liputan6.com 08 Agu 2016 mengeluarkan daftar 150 orang terkaya di Indonesia, salah satunya pengusaha PT Siantar Top Shindo Sumidomo masuk di urutan 133 dengan aset US$ 190 juta.

Lantas bagaimana kondisi buruh yang bekerja di Siantar Top? Apakah mereka sejahtera dan hak-haknya dipenuhi sesuai aturan? Mari kita simak beberapa obrolan dengan teman-teman buruh.
Arifah menuturkan sudah bekerja satu tahun dengan 12 jam dengan upah 100.000 per hari. Dia kalau bekerja terus menerus tanpa libur dia memperoleh upah 3,000,000 per bulan. Padahal upah perbulan di Sidoarjo Rp3.040.000 dengan 8 jam kerja dan minggu libur.
Riadi seorang sopir juga menceritakan bahwa buruh yang bekerja di Siantar Top masih banyak yang digaji dibawah UMK. Rata-rata status buruhnya juga kontrak dan outsourcing. Menurut dia karena beban kerjanya berat dan lama banyak juga buruh yang tidak kuat bekerja. Dia melihat banyak buruh berhenti bekerja. Dia juga melihat banyak juga buruh yang baru masuk kerja. Hampir setiap senin ada buruh baru yang masuk kerja, katanya.
PT Siantar Top perusahaan yang juga rajin ikut job fair. Setiap job fair saya pasti melihat STT buka stand dan lowongan kerja, tutur Irul.

