Rusunawa untuk buruh di kawasan Industri

Minimnya lapangan kerja dan terbatasnya lahan milik petani di desa menyebabkan anak buruh tani di Jatim migrasi dari Desa ke Kota seperti Surabaya, Sidoarjo dan Gresik. Di kota tersebut banyak perusahaan berdiri baik yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri.

Tersedianya lapangan pekerjaan tidak serta merta mendapat gaji yang layak. Buruh yang bekerja di perusahaan masih banyak yang di upah dibawah UMK, misalkan buruh di kawasan industri Brebek yang mengerjakan sarung tangan ekspor ke Amerika Serikat digaji Rp 1.000.000 perbulan padahal UMK Sidoarjo Rp 3.040.000 tahun 2016. Minimnya upah yang diterima, menyebabkan buruh tidak dapat mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari, termasuk kebutuhan tempat tinggal. Salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal, mereka tinggal di kost yang sangat sempit dekat pabrik. Harga sewa kost Rp 350.000 belum biaya listrik dan air. Selain padat dan kumuh rumah kost ini sering kali banjir saat penghujan tiba.

Salah satu alternatif untuk mengatasi masalah tempat tinggal pemerintah menyediakan tempat tinggal layak huni. Selain meminimalisir kemacetan penyediaan rumah susun sewa dengan harga murah di kawasan industri adalah cara paling efektif untuk meningkatkan produktivitas buruh dan memenuhi kebutuhan akan tempat tinggal.

Pemerintah baik pemprov maupun pemkot sudah menyediakan rusunawa di kawasan industri. Rusunawa yang sudah dibagun ada di beberapa lokasi kawasan industri.

Pertama, Rusunawa kawasan Industri Berbek PT Industrial Estate Rungkut (SIER) di Waru berdiri diatas sekitar 6.000 m2 dengan satu unit twin block yang berisi 65 kamar tipe 34. Harga sewa rusunawa di PT Sier lantai pertama Rp 300.000 naik satu lantai berkurang Rp 20.000. Rusunawa ini terdiri dari 5 lantai dan disediakan air PDAM dan listrik. Setiap kamar ada 1 kamar tidur 1 kamar mandi dan dapur. PDAM dan Listrik harus dibayar sendiri. Rata-rata setiap bulan bayar PDAM dan Listrik Rp100.000. Buruh yang tinggal di rusun ini adalah buruh yang bekerja di Brebek Industri dan Rungkut Industri. Menurut manajeman rusun jumlah orang yang sudah daftar ada 70 orang yang siap menempati kamar kosong yang sudah di tinggalkan penghuninya. Manajeman yang mengelola rusunawa ini adalah pihak Pemprov Jatim. Rusunawa ini diperuntukkan untuk buruh lajang maupun yang sudah berkeluarga. Untuk buruh lajang setiap kamar dapat diisi 3 orang.

Kedua, Rusunawa kawasan Sumur Welut, Kecamatan Karang Pilang, Kota Surabaya. Rusunawa Sumur Welut terdiri delapan twin block dengan 640 – 700 unit kamar di lahan seluas 2,8 ha. Rusunawa ini tidak diperuntukkan bagi buruh yang berkeluarga. Rusunawa ini hanya diperuntukkan bagi buruh yang masih lanjang dan setiap kamar dapat diisi 4 orang. Rusunawa ini berdiri diantara kawan Industri Gresik dan Surabaya. Manajeman yang mengelola Rusunawa ini adalah pihak Pemprov Jatim

Ketiga, Rusunawa kawasan Waru di Desa tambak Sawah Sidoarjo. Rusunawa ini berdiri diatas lahan 2,5 hektar dengan 8 Twin Tower dan 384 kamar. Rusunawa ini menyediakan sarana bermain lapangan sepak bola dan menyediakan sistem keamanan 24 Jam. Buruh yang menempati rusun bekerja di Siantar Top, Mega Surya Mas dan beberapa perusahaan di daerah tambak sawah. Rusunawa ini diperuntukkan untuk buruh yang sudah berkeluarga. Manajeman yang mengelola rusunawa ini adalah pihak Swasta. Harga Sewa per kamar mulai dari Rp 250.000-Rp 300.000. Karena jumlah peminatnya banyak maka yang mau menempati rusunawa ini harus daftar jauh-jauh hari. Pihak manajemen tinggal memanggil orang yang sudah daftar ketika kamar sudah tidak ditempati oleh penghuninya.

Kebutuhan barang sehari-hari begitu mahal apalagi soal tempat tinggal. Dengan upah yang minim dan rumah kost-kostan dekat pabrik yang agak layak mahal harganya Rp 500.000-Rp700.000 per bulan. Pemerintah sudah seharusnya menyediakan banyak rusunawa murah untuk buruh. Rusunawa sangat membantu buruh.