Hari Senin 19 September 2016 Eni Lestari menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-71 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat. Eni Lestari berpidato selama 3 menit di hadapan perwakilan dari 32 negara. Isi pidato dia sebagai berikut “Sebagian dari kami, janji masa depan yang lebih baik adalah kebohongan. Kami terjerat utang, trafficking, perbudakan, hak dasar kami ditolak, rentan dengan kekerasan. Banyak di antara kami hilang dan meninggal. Mimpi kami menjadi mimpi buruk,” ujar Eni dalam pidatonya. Dikutip dari mediaindonesia.com Kamis, 22 September 2016.
Eni adalah buruh rumah tangga di Hong Kong sekaligus aktivis Jaringan Buruh Migran Indonesia (JBMI) Hong Kong dan Ketua International Migrant’s Alliance atau IMA. IMA ialah aliansi formal buruh migran yang terbentuk di Hong Kong pada 2008 yang beranggotakan 120 organisasi buruh migran dari 32 negara di Asia, Afrika, dan Amerika Latin.
Pada akhir pidato Eni menyampaikan tiga pesan. Pertama, semua negara di dunia harus mengedepankan hak dan menjujung tinggi kesejahteraan buruh dan semua manusia. Kedua, Negara yang menjadi tujuan buruh migran diminta tidak memperlakukan mereka sebagai masyarakat kelas dua. Ketiga, Negara pengirim jangan membiarkan praktik eskpolitasi dan perdagangan munusia terhadap buruh migran.

