Satu persatu usaha peserta yang ikut sekolah buruh bidang wirausaha sudah mulai berjalan. Es cendol dengan brand D’ Cendol Milk sudah mulai di pasarkan walau tidak dengan skala besar.
Penggagas es cendol campur susu ialah Rofik, buruh pabrik di Rungkut. Dengan dibantu mahasiswa ia mulai membuat minuman es cendol dengan bermacam variasi rasa. Selain membantu membuat minuman enak, mahasiswa juga membantu merancang pengelolaan keuangan usaha, merancang bungkus yang menarik, membantu survei lokasi dan membantu mengembangkan usaha minuman selain es cendol.
Untuk penjualan es cendol masih sebatas di sekitar rumah dekat kampus UPN, teman kerja di pabrik dan mahasiswa-mahasiswa Universitas Petra.
Setelah lebaran Rofik baru akan menyewa satu tempat yang ramai orang lalu lalang. Sekarang masih latihan penjualan dan pengelolaan usaha.
Rofik tinggal di perumahan dekat kampus UPN Surabaya Jawa Timur. Ia sudah terbiasa bisnis. Apa saja ia lakukan sambil bekerja di pabrik. Ia sempat punya dua mobil pick up untuk usaha. Berhubung ada go box ia menjual mobilnya satu.
Saya dan istri kerja di pabrik. Saya ingin anak saya juga gak jadi buruh seperti orang tuanya. Saya bekerja terus menerus demi masa depan anak dan masa tua saya dan istri. Ujarnya.
Walaupun mereka tidak bisa masuk kelompok 1% orang kaya yang menguasai kekayaan republik ini, minimal hidup mereka tidak terlalu menderita saat tua ketika punya usaha sendiri. (Mahrawi)

