THR terus berkurang, Anto memilih buka bengkel sendiri

Sidoarjo, Jumlah penjualan sepeda motor
Honda, Yamaha, Kawasaki, Suzuki dan TVS untuk tahun 2016 mencapai 5.931.285 unit  (otomotifnet.com). Oleh karena itu buka bengkel motor dan toko sparepart serta accesesoris pilihan investasi yang menjanjikan.

Penjulan sepeda motor dari tahun ke tahun terus naik. Melihat peluang yang menjajikan, Anto memilih risign dari tempat bekerja. Apalagi THR tiap tahun terus menurun. Upahnya juga di bawah standart upah minimum.

Anto sudah 10 tahun bekerja di bengkel motor. Dia pindah dari satu bengkel ke bengkel yang lain. Ia terpaksa pindah ke tempat bengkel lain guna mencari bengkel yang memberikan upah layak dan kondisi kerja yang nyaman.

Anto tiga tahu lalu, tahun 2013, bekerja di Bengkel motor dia daerah Tropodo Waru Sidoarjo. Dia mendapatkan upah Rp. 1.300.000 tiap bulan, di tahun pertama bekerja. Sedangkan Tunjangan Hari Raya, ia mendapatkan Rp.200.000. Untuk tahun kedua, ia mendapatkan upah yang sama 1.300.000 sedangkan THR nya Rp1.50.000. Tahun ketiga, ia mendapatkan upah 1.350.000 sedangkan THR nya Rp. 50.000.

Karena upah dan THR nya tidak naik, ia memilih mundur dari tempat ia bekerja. Ia memilih buka usaha bengkel sendiri. Di lahan kosong di daerah Ambengan Tropodo Waru, yang ia sewa ia memulai usaha bengkel motor. Tempat yang ditutup dengan bambu sekedarnya juga di buat tempat tinggal bersama keluarganya.

Di hari pertama buka, Anto hanya melanyani satu sepeda motor. Setelah berjalan 6 bulan, ia baru bisa melayani 3 sepeda motor. Setelah berjalan 2 tahun pelangganya terus berdatangan baik itu dari daerah Surabaya Barat maupun dari daerah Waru sendiri. Usaha bengkelnya memang tidak seramai tempat ia bekerja dulu. Tapi dia selalu memberikan pelayanan terbaik bagi konsumennya.

Bagi laki-laki dua anak ini, prinsip usaha sendiri itu harus jujur dan memberikan servis yang bagus. “Kalau usaha tidak jujur jangan harap usahanya lancar dan barokah”. Katanya.

Anak-anak muda, yang menjadi pelanggan tidak takut spare partnya hilang ketika ditinggal beberapa hari di bengkel. Alvi, pelajar SMA menjadi pelanggan setia. Ia mengatakan servis sepeda motor di mas Anto itu hasilnya bagus dan orangnya enak diajak ngobrol. Ucapnya

Pria, dua anak ini, juga terpaksa harus membawa anaknya yang masih usia satu tahun di tempat ia bekerja. Anak yang pertama sudah SMP sedangkan istrinya kerja di pabrik. Ia terpaksa membawa anaknya ke tempat kerja yang penuh dengan asap dan kotoran karena tidak ada yang momong. Dia juga mengatakan supaya terbiasa anak nya melihat ayahnya bekerja sehingga anaknya ketika sudah besar, menjadi orang yang tekun bekerja dan peduli pada orang miskin.

“Sekarang saya sudah tidak ribut mengharap THR, saya sudah bisa menciptakan THR sendiri”. Pungkasnya

Foto: bengkel-shock.blogspot.co.id

Mahrawi

Share Button