Surabaya, Slamet (35) warga Surabaya Jawa Timur ingin sekali buka usaha, tapi terkendala modal. Ia sudah pindah-pindah pekerjaan, mulai dari kerja pabrik coklat di Rungkut 3 Surabaya, di bengkel sepeda motor. Itu semua pekerjaan masing-masing di lalui selama lima tahun. Dan, sekarang dia menekuni pekerjaan menjadi buruh proyek bangun rumah.
Slamet, sejak lulus STM ingin sekali buka usaha bengkel sendiri. Karena terkendala modal, ia mengurungkan niat itu. Ia memilih bekerja di pabrik.
Faisol, anggota koperasi yang sedang diajak bicara Slamet menuturkan. “Kamu tidak ada yang bisa menolong dirimu, kecuali dirimu sendiri,” katanya.
Bagaimana caranya saya bisa menolong diri saya, kata Slamet, kalau saya butuh modal usaha? Caranya kamu kumpulkan teman-temanmu yang senasib. Lalu kumpulkan modal bersama-sama, seletah uang terkumpul, didiklah teman-temanmu bagaimana mengelola keuangan, bagaimana cara merintis usaha dan didiklah dengan segala ilmu bertahan hidup.
Setelah uang terkumpul dan pendidikan anggota berjalan dengan baik, bentuklah pengurus. Pilihlah juga pengurus harian, yang bisa mengurus setiap saat, pakailah sistem Koperasi atau Credit Union untuk menggembangkan anggota, lalu setelah proses demi proses sudah dijalankan, pinjamkan uang pada anggota yang butuh, secara bergantian.
Dengan cara membangun koperasi atau credit union, kamu bisa pinjam uang untuk modal usaha, kata Faisol.
Walah cak kok ribet betul, Slamet menjawab.
Iya, kita sebagai orang miskin tidak ada pilihan lain, selain berjuang, bersatu dan mengumpulkan modal bersama-sama, pungkas Faisol
Faisol mengatakan kepada Slamet, jika kamu tidak mau ribet dan susah, nikmati aja hidup dan pekerjaanmu, tidak usaha berkeluh kesah, ungkapnya.
Mahrawi

