Surabaya, Membicarakan soal makanan selalu saja menarik. Apalagi berhubungan dengan menu baru, membuat lidah kita ingin segera mencicipinya.
Usaha makanan, usaha yang tidak ada matinya. Setiap hari manusia butuh yang namanya makan. Oleh karena itu, penjual makanan selalu menjamur di kota-kota besar padat penduduk.
Sulis mantan buruh pabrik selepas keluar kerja, ia menekuni usaha kuliner. Awalnya ia buka warung di rumah yang ia kontrak untuk jualan dan tempat tinggal. Berhubung usahanya rame rumah itu tidak boleh di kontrak lagi. Rumahnya rencana akan dipakai oleh pemiliknya.
Untuk kontrak rumah atau tempat usaha makanan mahal hingga akhirnya ia kost dan itu tidak di pinggir jalan. Di tempt kost ia tidak bisa jualan langsung kecuali menerima pesanan. Dari sini muncul usaha cateringan. Usaha catering, ia berinama Agies Catering
Agies Catering beralamatkan dijalan Petemon Barat No 160 Surabaya melayani nasi kotak kebutuhan kantor, arisan, pengajian dan ulang tahun. Dia juga melayani pesanan nasi tumpeng untuk selamatan. Harga satu porsi nasi kotak dan ayam hanya Rp 15000.
Ia sudah buka usaha catering nasi kotak 4 tahun yang lalu tapi baru berjalan dengan lancar baru 4 bulan belakangan ini. Setelah lebaran, ia berencana memperluas pasar dengan merambah catering anak-anak sekolah dan buruh pabrik.
Menurut perempuan yang pernah jadi ketua serikat buruh di pabrik menuturkan, “usaha makanan tidak hanya sekedar enak tapi juga kesehatan dan keamanan harus dijaga,” Ucapnya.
Untuk promosi, ia mengandalkan dua cara, pertama lewat brosur. Kedua, lewat lidah konsumen. Lidah konsumen ini yang paling efektif.
Perempuan satu anak ini, masih terkendala permodalan untuk memperluas pasar sehingga ia akan ikut koperasi Credit Union. Ikut koperasi Credit union selain punya tabungan, bisa pinjam lima kali lipat dari tabungan, bunganya hanya 1% dan juga ada pendidikan mengelola keuangan dan usaha.
Mahrawi

