Lampung, Serikat buruh mempunyai potensi besar membentuk kekuatan gerakan ekonomi lewat koperasi. Mereka mempunyai anggota yang teroganisir mulai dari tingkat pusat hingga tingkat pabrik. Mereka juga mampu memobilisasi uang lewat iuran anggota setiap bulan.
Tapi walaupun punya anggota yang terstruktur dan punya uang pasti, mereka belum mampu mengelola uang anggota secara profesional melalui sistem koperasi sehingga banyak uang iuran di salah gunakan oleh pengurus. Meskipun serikat buruh sudah ada yang membentuk koperasi tapi masih bergerak di sistem simpan pinjam yang belum profesional.
Oleh karena itu, Forum Pendamping Buruh Nasional (FPBN) dalam pertemuan selama tiga hari di Lampung berkomitmen menguatkan gerakan buruh melalui koperasi. FPBN melalui lembaga otonom di setiap daerah dalam dua tahun terakhir sudah membantu serikat buruh dalam pembentukan Credit Union melalui pendidikan berkelanjutan.
Bahkan Lembaga Buruh, Tani dan Nelayan Semarang bersama serikat buruh sudah mulai membentuk koperasi kunsumen dan belajar koperasi konsumen di Purwokerto. LPUBTN juga sudah mentrasformasi koperasi buruh di tingkat pabrik mengunakan sistem koperasi Credit Union.
Di akhir pertemuan, FPBN, yang di hadiri dari beberapa perwakilan dari provinsi se Indonesia, termasuk Wadas Surabaya, dalam tiga tahun kedepan sepakat akan menguatkan dan membentuk koperasi kredit dan koperasi konsumen yang berbasiskan anggota serikat buruh dan komunitas.
Mahrawi

