
Agak sulit membayangkan, suatu ketika ada sebuah café yang dikelola secara bersama-sama oleh sebuah serikat buruh. Café yang ingin menyajikan rasa olahan kopi lokal premium dan sajian ayam goreng lokal organik dipadu dengan suasana keakraban antar anggota serikat.
Namun itulah yang sedang coba dibangun oleh beberapa teman serikat yang tergabung dalam FSRP. Melalui program konsultasi yang diadakan oleh Wadas dan UK Petra, teman-teman serikat secara bertahap mencoba belajar membangun sebuah usaha mandiri yang akan dikelola bersama-sama dalam bentuk sebuah café.
Bu Pwee Ling dibantu dengan 3 orang mahasiswa dari Fakultas Ekonomi UK Petra mencoba membantu mewujudkan mimpi tersebut. Secara rutin tiap minggu sekali meraka mengadakan pertemuan bersama Wadas dan perwakilan dari FSRP. Pertemuan yang diberi nama Studi kelayakan bersama (SKB) tersebut bertujuan untuk merencanakan pendirian sebuah kafe yang digagas oleh teman-teman serikat.
Pertemuan SKB membahas banyak hal, mulai dari perencanaan awal, menghitung bahan baku hingga mendesign lokasi yang akan dijadikan kafe. Pada bagian akhir pertemuan mulailah terlihat secara lebih jelas gambaran dari rencana tersebut. Semoga rencana membangun cafe 3 in 1 dapat telaksana dan terwujud.

