Sebuah ketakutan dapat menjadikan kita seorang yang tidak mampu dan tidak tau harus berbuat apa-apa. Namun, ketakutan juga dapat menjadikan diri kita orang yang miliki kekuatan jika kita mampu mengolahnya.
Seperti yang terjadi pada para buruh yang bekerja di sebuah pabrik sepatu di daerah Jombang Jawa Timur. Umumnya mereka adalah para perempuan yang telah bekerja cukup lama, bahkan ada yang hampir 25 tahun
Ketakutan yang dirasakan oleh para buruh itu terungkap saat WADAS dan SPBI memberikan pendidikan buruh PT PEI HAI di Sekretariat SPBI Jombang Jawa Timur pada 18 Maret 2018 yang lalu.
PT PEI HAI adalah perusahaan yang memproduksi sepatu-sepatu bermerek cukup terkenal di dunia. Salah satu produknya adalah sepatu bermerk D & G, sepatu yang berharga jutaan rupiah itu ternyata dibuat oleh tangan para buruh Jombang yang gaji tidak cukup untuk membeli sepatu hasil tangan mereka sendiri.
Para buruh mengeluhkan betapa beratnya bekerja di perusahaan tersebut. Mereka harus bekerja tanpa boleh membawa minum, padahal aktifitas kerja mereka harus berdiri selama berjam-jam, bahkan mereka tidak boleh menoleh.
Jika sakit, mereka kadang diminta tetap bekerja dan tidak diberi ijin istirahat oleh pihak klinik BPJS yang menjadi rujukan berobat, alasannya karena pihak klinik BPJS sering ditegur oleh perusahaan tempat mereka bekerja karena memberi ijin.
Melalui pendidikan buruh, mereka didorong untuk mengelola ketakutan dan melihat peluang sehingga menjadi kekuatan agar mereka tidak diperlakukan semena-mena oleh perusahaan. Caranya mereka diajak untuk berkumpul dan membentuk atau bergabung dengan serikat buruh.
Dengan tergabung menjadi anggota serikat buruh, maka serikat dapat memperjuangkan apa yang menjadi keluhan, bahkan bukan hanya keluhan namun serikat juga akan memperjuangkan hak-hak mereka sebagai buruh yang selama ini tidak atau belum dipenuhi perusahaan seperti status, upah layak dan jam lembur.
Dengan berserikat, buruh dapat terus berjuang bersama-sama untuk mencapai kehidupan yang lebih layak dan sejahtera. (Andri)

