Surabaya, 18 February 2019. Wadas kembali mengadakan sekolah paralegal gelombang ke II. Seperti pada gelombang sebelumnya, sekolah ini diadakan dalam tiga kali pertemuan.
Pertemuan pertama diadakan pada tanggal 16 sampai 17 February 2019 di Resi Aloysii Claket Mojosari Mojokerto. Dihadiri sebanyak 22 orang dari perwakilan serikat seperti SP-Danamon, SP Perjuangan MayBank, FBTPI, SPSBI, FSRP-KSN.
Pada pertemuan pertama ini acara dibuka dengan sambutan dari Romo Igantius Suparno, CM. Beliau adalah ketua Yayasan Kasih Bangsa Surabaya yang merupakan Induk dari Wadas.
Dalam pertemuan pertama peserta diajak untuk untuk memahami hal yang mendasar seperti pengantar Paralegal, Analisa sosial, pengorganisiran dan Politik hukum perburuhan. Untuk materi Analisa sosial kali ini wadas mengundang tim dari fakultas filsafat Unika Widya Mandala, mereka adalah bapak Simon Unatara dan Bapak Datu.
Mereka berdua menyajikan materi yang sungguh sungguh menambah wawasan para peserta. Dengan diawali nonton Film pendek hingga berdiskusi dengan peserta dengan mengungkap peran Modal, Negara dan buruh dalam dunia perburuhan di Indonesia.
Pertemuan pertama ini berakhir pada hari minggu tanggal 17 February 2019 setelah makan siang dan tutup dengan sesi Foto bersama sebelum Pulang

