
Kepedulian generasi millenial dalam menyikapi masalah perburuhan dianggap sangat kurang dan bisa dikatakan “cuek”, padahal mereka adalah salah satu generasi yang akan masuk dalam dunia kerja dan berstatus sebagai buruh atau pekerja.
Awal topik tersebut muncul, kemudian menjadi salah satu isu yang diperdebatkan oleh peserta sekolah paralegal gelombang 2, saat mendiskusikan hasil analisa external dan internal dalam serikat dengan menggunakan metode SWOT. Perdebatan yang cukup panjang antar peserta karena bagaimana sistem pendidikan di negara kita memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap kondisi ini.
topik ini muncul dalam sebuah diskusi yang dipandu oleh Habibus S, S.H dari LBH Surabaya di Sekolah paralegal gelombang ke 2 yang diadakan oleh WADAS. Kegiatan tersebut diadakan pada tanggal 23 sampai 24 Maret 2019 di Resi Aloysii Claket, Pacet, Mojokerto. Diikuti oleh 22 orang peserta dari beberapa serikat buruh seperti FTPBI, FSRP-KSN, SP-Danamon, SP-Shinhan dan SP-Perjuangan Maybank. (Andri)

