Hanya ada dua pilihan, ‘malas atau tidak percaya diri’

Alasan mengapa orang tidak mau menulis hanya dua, malas atau tidak percaya diri. Hal Ini diungkapkan oleh A. Bobby Pr seorang penulis buku biografi dan penulis buku jurnalistik dari Jakarta ketika memberi pelatihan jurnalistik dalam sebuah pelatihan jurnalistik untuk buruh yang diadakan pada tanggal 27 sampai 28 April 2019 yang lalu, di Resi Aloysii Claket, Pacet, Mojokerto.

Pelatihan tersebut diadakan oleh WADAS Surabaya dengan tujuan untuk mendukung perjuangan buruh dalam memperjuangkan permasalahan yang sering dihadapi buruh di tempat kerja. Pelatihan ini merupakan rangkaian dari sekolah buruh yang diadakan sejak 7 bulan yang lalu dan  diikuti 20 orang buruh dari perwakilan serikat seperti SP-Bank Danamon, SP-Bank Sinhan, SP-Pejuangan Maybank dan Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia.

Selama dua hari kawan-kawan buruh belajar seluk beluk jurnalistik. Dari mengapa orang malas menulis, bahasa dalam jurnalistik, melakukan wawancara, cara menulis dalam bentuk feature, sampai pemanfaatan media massa untuk menyampaikan gagasan dan ide perburuhan. dalam kesempatan itu pula buruh diberi kesempatan langsung mempraktekkan cara-cara melakukan wawancara kemudian dituangkan dalam sebuah tulisan feature.

Yang sangat mengejutkan dari pelatihan selama dua hari, dalam waktu singkat kawan-kawan buruh mampu menghasilkan banyak tulisan yang sangat menarik. Salah satunya adalah tulisan yang berjudul “Bertahan Dalam Perjalanan Waktu” ditulis oleh Danis dari serikat SP-Danamon. Semoga dengan pelatihan ini akan membuat buruh semakin mampu mempertajam gerak dalam perjuangannya.

Share Button