Buruh Ikut Sekolah Paralegal

Sekolah paralegal gelombang 4

Buruh, selain bekerja ia juga perlu pendidikan advokasi. Layaknya mahasiswa, kelima belas buruh yang ikut sekolah paralegal gelombang ke 4 ini menggali ilmu bagaimana mereka harus bisa membuat analisa sosial dan berorganisasi. Materi ini sangat penting untuk mereka kuasai agar mereka dapat memetakan persoalan yang mereka alami dalam bekerja. Harapannya, dengan pengetahuan tersebut mereka dapat menjadi kader-kader serikat yang terampil dalam berorganisasi.

Sekolah paralegal ini diadakan oleh WADAS (Wadah Asah Solidaritas) sebagai salah satu divisi dalam Yayasan Kasih Bangsa Surabaya (YKBS) selama dua hari, pada tanggal 22-23 Februari 2020 di Resi Aloysii, Pacet-Mojokerto. Pada gelombang yang ke 4 ini, peserta sekolah paralegal berasal dari beberapa anggota serikat (SPBI BYB, SPBSI, SPBI Jombang, SPBI KFC) dan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang.

Pada hari pertama, Wisnu, sebagai pemateri ANSOS (Analisa Sosial) mengatakan bahwa manusia memiliki kecenderungan untuk bertumbuh dan berkembang. Dua hal tersebut berkaitan dengan kehendak bebas manusia yang terangkum pada sebuah istilah yang dinamakan “Martabat Manusia.” Martabat manusia adalah nilai luhur yang melekat dalam diri manusia. Tidak ada orang yang sejak kecil memiliki cita-cita sebagai buruh. Oleh karena itu, analisa sosial memiliki fungsi untuk mengidentifikasi kelemahan, tantangan, peluang, dan kekuatan. Maka, perlu sebuah peta sosial untuk menciptakan kesejahteraan.

Fatkhul Khoir sebagai pemateri pengorganisasian juga mengatakan bahwa serikat adalah sebuah organisasi yang memiliki fungsi untuk menciptakan kesejahteraan buruh. Kesejahteraan itu dapat diperoleh jika organisasi tersebut mampu membuat peta sosial dalam serikatnya. Tantangannya ialah bukan hanya dari pihak perusahaan, tetapi juga dari anggota serikat atau serikat itu sendiri. Sebuah film yang berjudul The Union memberikan gambaran yang tepat bagaimana serikat buruh menjadi keropos jika di dalamnya tidak ada sebuah pengorganisasian yang benar. Hal ini digambarkan dengan salah satu anggota serikat yang menjadi mata-mata perusahaan di dalam serikat tersebut. Maka, keberhasilan sebuah serikat sangat ditentukan oleh serikat itu sendiri melalui pengorganisasian yang benar.

Melalui materi yang diberikan ini, harapannya peserta sekolah paralegal mampu membuat sebuah peta sosial dan menjadi kader-kader serikat yang mampu mengorganisasi serikatnya dengan benar untuk menciptakan sebuah kesejahteraan. Hal ini sesuai dengan martabat manusia untuk bertumbuh dan berkembang sesuai dengan kehendak bebasnya. (Ovan)

Share Button