Pertemuan yang menguatkan

Mbak Naning dan Mbak Atik

Siang ini aku menyusuri jalanan di kota Sidoarjo tempat aku tinggal selama ini. jalanan sudah mulai ramai dengan aktivitas orang-orang yang di jalan. Ya siang ini dimana hari pertama di tahun 2022 aku mulai beraktivitas setelah libur 1 minggu,  aku memang sudah punya agenda untuk berkunjung dan menyerahkan kalender ke salah satu lembaga jaringan WADAS yang terletak di sisi timur kota Sidoarjo tepatnya di perumahan pesona permata gading 2 yang lingkar timur Sidoarjo.

Setelah hampir 30 menit lebih menyusuri jalan dengan panduan GPS yang ada di HPku sampailah aku di depan gerbang perumahan pesona permata gading 2. mulailah aku menyusuri gang-gang di perumahan tersebut. Ah aku sempat salah jalan walau sudah dipandu dengan GPS, kutelusuri tiap nama gang yang sudah diberikan oleh mbak Atik dan sampailah aku di sudut gang dimana alamat itu berada.

Rumah yang terletak di sudut gang tersebut terlihat masih standar dan belum di renovasi tidak seperti rumah lainnya yang ada di perumahan tersebut. Sepertinya aku sudah ditunggu oleh tuan rumah, begitu aku mematikan motorku mbak Atik muncul dan menyambut aku. Yah sampailah aku di sekretariat Aliansi Petani Indonesia di Jawa Timur.

Aku dipersilahkan masuk duduk di lantai dengan alas karpet dan langsung ditawari ingin minum apa oleh Mbak atik, tanpa pikir panjang aku minta dibuatkan kopi, hehehe maklum hari ini aku belum ngopi. Ternyata mbak Atik tidak sendirian di rumah tersebut ada juga mbak Naning, mereka berdua adalah srikandi pendamping para petani yang ada di Jawa Timur.

Sedikit tentang Aliansi Petani Indonesia yang aku ketahui adalah kumpulan atau gabungan organisasi petani yang ada di Indonesia, mbak Atik dan mbak Naning merupakan penggerak yang ada di Jawa Timur. Merekalah yang selama ini mendampingi bagaimana cara mengelola pertanian secara organik hingga menata pendistribusian penjualan hasil tani melalui koperasi tani terutama di daerah Blitar.

Kami bertiga pun akhirnya ngobrol berbagai hal, mulai dari pengalaman terlibat membantu bencana gunung semeru, pengorganisiran masyarakat, pilres hingga suka duka dalam gerakan pemberdayaan masyarakat.

Ditengah obrolan aku menyempatkan menanyakan tentang kritik dan saran untuk WADAS. Menurut mbak Atik dia sangat senang dapat berjejaring dengan WADAS karena mendapatkan banyak hal baru dan dia merasa belum punya kritik dan saran untuk WADAS. Mbak Atik juga menceritakan betapa pentingnya membangun jaringan hingga suatu hari dia memilih tidak menerima imbalan dari pada kehilangan kawan-kawan yang selama ini berjejaring.

Dan waktupun tidak terasa sudah mulai siang beranjak sore. sebuah pertemuan yang menurutku saling memberi penguatan untuk terus berkarya mendampingi orang-orang yang membutuhkan pendampingan dalam meningkatkan kualitas hidup bersama. Aku belajar banyak hal dari kedua srikandi pendamping petani. terima kasih atas perjumpaan ini. (Andri)

Share Button