M. Nur Jasim atau biasa disapa Jasim tidak menyangka jika pengalaman masa mondoknya (menjadi santri) dapat membantu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya ketika di PHK secara sepihak dari tempat bekerja.
Awalnya Jasim bekerja sebagai buruh pembuat paving di Pasuruan, namun ia kemudian di PHK sepihak dari perusahaannya tanpa mendapatkan pesangon sebagaimana mestinya. Karena susah untuk mendapatkan pekerjaan, akhirnya ia mulai merintis usaha ukir sandal jepit.
“Saya waktu itu mikir, usaha apa yang bisa untuk menafkahi keluarga, terus kepikiran kalo jaman mondok (menjadi santri) sering ngukir sandal jepit, makanya saya coba. Alhamdulilah ada yang minat beli ternyata, makanya sekarang mulai saya tekuni” Ujar Jasim.
Jasim menjelaskan, bahwa saat ini ia mampu mengerjakan 10-15 pasang sandal dalam 1 hari. Ia mematok harga Rp 19.000 – 25.000 tergantung tingkat kesulitan pesanan.
Saat ini, tantangan terbesar Jasim dalam menjalankan bisnisnya adalah mencari pelanggan yang tertarik dengan produk-produknya. Ia menjelaskan bahwa dalam 1 bulan maksimal ia hanya menerima 60 pesanan. Oleh sebab itu ia ingin memperbesar usahanya, agar dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarganya.
Melihat potensi tinggi yang dimiliki oleh Jasim, WADAS mencoba mengenalkan usaha Jasim ini kepada banyak pihak. Salah satu pihak yang WADAS coba kenalkan dengan usaha milik Jasim adalah Romo Ignatius Suparno, CM atau yang biasa disapa dengan Romo Parno.
Romo Parno yang juga pengelola rumah pembinaan miliki Kongregasi Misi tertarik dengan kreasi yang dimiliki oleh Jasim. Romo Parno memesan kurang lebih 20 pasang sandal untuk dijual kembali sebagai souvenir, harapannya jika produk Jasim mendapatkan respon positif dari pengunjung maka tidak akan menutup kemungkinan akan dilakukan pemesanan lanjutan.
Apabila saudara/i ada yang tertarik dengan Sandal Ukir karya Jasim, bisa langsung mengunjungi akun marketplace Jasim di Shopie yaitu 4kbarjaya114 atau langsung menghubungi Jasim di WA dengan nomer 082335625272. (Penulis: Yohanes Baptista Cahaya Misjuan)

