Oleh: Andri
Erly S. adalah salah satu perwakilan pleno di PUK SP KEP PT Young Tree yang terletak di Sidoarjo Jawa Timur, teman-temannya biasa memanggil Erly. Usianya sekarang 32 tahun dan sudah lebih dari satu dekade tepatnya sebelas tahun, Erly menjalani kehidupan sebagai pekerja. Tapi, perjalanan Erly bersama serikat pekerja bukanlah sesuatu yang terjadi tiba-tiba. Semuanya dimulai pada 2012, saat Erly bekerja di perusahaan lain. Awalnya, Erly ikut hanya karena diajak. Lingkungan kerja Erly waktu itu sudah cukup sejahtera, jadi serikat pekerja lebih terasa seperti pelengkap.
Namun, semuanya berubah ketika Erly pindah bekerja ke PT. Young Tree dan bergabung menjadi anggota serikat pekerja PUK SP KEP pada 2016. Perbandingan kondisi kerja sangat mencolok dan jujur saja, itu membuka mata Erly. Di tempat kerja yang baru ini, Erly mulai menyadari bahwa ada banyak hal yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Erly tidak bisa diam. Ada ketidakadilan yang harus diperjuangkan bersama, bukan sendiri.
Di PUK SP KEP PT Yong Tree Industries. Erly dipercaya menjadi perwakilan pleno dan terlibat dalam berbagai aktivitas. Membuat video pendek yang edukatif untuk anggota serikat adalah aktifiktas yang paling Erly sukai di media Suara Pergerakan Sidoarjo. Erly juga tergabung dalam tim litbang serikat pekerja, aktif sebagai pengurus di CU KEP Mandiri dibidang perkreditan, dan juga dipercaya menjadi bendahara dalam program Anjangsana. Setiap awal bulan, Erly menyetorkan data ke CU dan Anjangsana, lalu dua minggu sekali mengikuti pelatihan litbang dan pendidikan CU. Di sela-sela waktu itu, Erly mengedit video aktivitas yang semakin membuat Erly mencintai dunia advokasi buruh ini.
Tidak berhenti di situ. Dalam setiap kesempatan berdiskusi dan pengambilan keputusan, Erly memilih untuk mendengarkan dengan saksama, mengajukan pertanyaan yang membangun, dan menyampaikan pendapat dengan jelas. Erly belajar menghargai pendapat orang lain karena Erly tahu, berjuang bersama tidak bisa digerakkan sendirian.
Berjuang bersama bukan berarti tidak ada tantangan. Pengalaman menghadapi beragam karakter dan latar belakang membuat Erly harus lebih berhati-hati dalam bertindak dan berbicara. Tapi dari sinilah Erly belajar menjadi diri sendiri dan belajar lebih bijak, lebih sabar, dan lebih memahami satu dengan yang lain.
Menjadi anggota serikat pekerja telah membawa manfaat yang luar biasa bagi Erly. Erly mendapatkan hak cuti melahirkan dengan gaji penuh, fasilitas kesehatan, status kerja yang jelas (PKWTT), serta pelatihan dan pendidikan rutin yang sangat berarti. Hidup Erly kini lebih tertata, terencana, dan terasa lebih bermakna.
Tidak hanya itu, Erly bisa membantu mengedukasi anggota dan pekerja yang lain menjelaskan apa itu kesejahteraan, tidak hanya dalam arti materi, tapi juga sosial dan spiritual. Erly merasa menjadi bagian dari perubahan yang nyata, baik di tempat kerja maupun di tengah masyarakat.
Pengalaman paling berharga yang Erly rasakan menjadi anggota serikat adalah bertemu dengan orang-orang hebat, penggerak yang terus belajar dan berbagi. Setiap pelatihan, setiap pertemuan, adalah ruang bertumbuh bagi Erly. Dari sanalah Erly menyimpulkan:
“menjadi buruh itu memang pilihan, tapi menjadi buruh yang cerdas dan bermartabat adalah tantangan yang layak diperjuangkan.”
Erly memiliki keinginan menjadi buruh yang cerdas bukan seperti buruh yang banyak dibayangkan oleh orang lain, bukan sekadar bekerja dari pagi hingga petang. Erly ingin berguna bagi orang lain, dan serikat pekerja adalah ruang di mana Erly bisa mewujudkan cita-cita itu.
Erly memiliki harapan besar sebagai anggota serikat, semoga serikat pekerja ke depan bisa benar-benar menjadi alat perjuangan buruh dalam meraih kesejahteraan buruh. Dan untuk teman-teman yang masih ragu bergabung,
“jangan tunggu sampai terluka untuk mulai bergerak”, Ujar Erly.
Erly tidak akan berhenti. Selagi ada kesempatan, Erly akan terus belajar, terus terlibat, dan terus berjalan bersama mereka yang percaya bahwa perubahan bisa terjadi asal kita tidak menyerah.

