Siang itu, senyum Livi terlihat lebih lepas dibanding pertemuan sebelumnya. “Livi sekarang bisa tersenyum!” canda Indri sambil tertawa kecil. Mereka berdua berbincang ringan di sela-sela deretan angka yang tertulis rapi di buku-buku besar di meja pertemuan Kantor DPC KEP KSPI Sidoarjo.
Suasana tampak akrab dan hangat. Livi, bersama beberapa pengurus CU KEP Mandiri lainnya, sedang mengikuti sesi keempat pelatihan akuntansi dasar yang diselenggarakan pada Minggu, 6 Juli 2025. Pelatihan ini difasilitasi oleh WADAS, sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas para pengurus koperasi di lingkungan serikat.
Bagi Livi, ini adalah dunia baru. Sebagai buruh, ia tak pernah membayangkan dirinya akan belajar akuntansi—apalagi dipercaya untuk memegang tanggung jawab keuangan CU KEP Mandiri.
“Sebagai pengurus CU, kalian harus menguasai keterampilan mengelola keuangan dengan baik. Ke depan, jumlah anggota akan terus bertambah, dan kalian akan mengelola dana yang semakin besar,” ujar Ellya, sang fasilitator, memberi semangat pada para peserta.
Tak hanya Livi yang merasakan manfaatnya. Winda, salah satu peserta lain, mengaku semakin memahami cara menyusun jurnal, neraca, dan buku besar. Meski sudah memiliki dasar akuntansi, pelatihan ini memperkaya pengetahuannya.
Pelatihan ini bukan sekadar soal angka dan rumus. Ia telah membuka ruang bagi para buruh—khususnya perempuan—untuk tumbuh dan percaya pada kemampuannya. Keterbatasan bukanlah penghalang untuk menjadi lebih baik, selama ada kemauan yang kuat, semangat pantang menyerah, dan pemanfaatan potensi diri secara optimal.
Dengan terus mengembangkan kapasitas para pengurus, CU KEP Mandiri semakin mendapat kepercayaan dari anggotanya. Sebuah langkah kecil namun bermakna dalam memperjuangkan kesejahteraan bersama, khususnya bagi anggota Serikat Pekerja PUK KEP PT Young Tree Industries. (Andri WADAS)

