Suka Duka dan Kesan Selama Belajar Penelitian di Bidang Litbang

Oleh: Rica (Icha)

“Dengan memiliki percaya diri, saya siap menghadapi tantangan yang kompleks.”

Kalimat itu sering saya ulang dalam hati, seakan menjadi mantra saat langkah saya terasa goyah. Nama saya Rica, meski hampir semua orang lebih akrab menyebut saya dengan panggilan sederhana: Icha. Nama itu seolah menciptakan jarak yang lebih dekat, lebih hangat, meski tak lebih singkat dari nama asli saya.

Saya bekerja di PT Young Tree Industries sejak 2011. Empat belas tahun sudah saya menghabiskan waktu di bagian Quality Control Cutting, pekerjaan yang menuntut ketelitian setajam silet. Di balik rutinitas itu, ada pasang surut. Kadang terjadi ketegangan dengan rekan kerja, kadang aturan perusahaan terasa menekan. Di saat-saat seperti itu, saya sering ingin bersuara, namun tidak tahu bagaimana cara menyampaikannya tanpa menimbulkan masalah baru.

Kegelisahan itu menuntun saya mencari ruang. Tahun 2019, saya bergabung dengan serikat pekerja PUK KEP di perusahaan. Keputusan itu terasa seperti membuka jendela baru dalam hidup saya. Di sana, saya menemukan tempat untuk menyalurkan keresahan, sekaligus persahabatan yang membuat hari-hari lebih ringan. Saya belajar arti kebersamaan—bahwa berorganisasi bukan hanya soal memperjuangkan hak, tapi juga tentang membangun solidaritas.

Lalu datanglah tahun 2024. Di sebuah rapat, pengurus serikat menunjuk saya masuk ke bidang Litbang. “Ah, ini apa sih?” begitu reaksi spontan saya. Ada rasa kaget, ada pula penasaran. Bagian dari diri saya ingin menolak, namun bagian lain justru berbisik: mungkin inilah saatnya saya menantang diri sendiri.

Langkah Pertama: Antara Gugup dan Harapan

Hari pertama pelatihan penelitian di Litbang masih lekat di ingatan. Saya duduk di kursi dengan tangan dingin, jantung berdegup lebih cepat. Rasa gugup menempel erat, tapi ada semangat yang tak kalah besar. Begitu sesi dimulai, saya pelan-pelan larut. Saya menemukan dunia baru yang membuat otak saya berputar, tapi juga hati saya berdebar: dunia penelitian.

Ketika diperkenalkan dengan metode penelitian, saya merasa seperti membuka pintu menuju cara berpikir baru. Bukan hanya sekadar mengumpulkan data, tapi melatih diri untuk kritis, sistematis, dan berani mempertanyakan hal-hal yang sebelumnya saya anggap biasa. Diskusi bersama instruktur dan peserta lain menyalakan semacam cahaya: ternyata saya tidak sendiri dalam kebingungan. Dari percakapan itulah saya belajar memahami konsep yang awalnya tampak rumit.

Tiga Hal yang Mengubah Cara Pandang

Dari pelatihan itu, ada tiga hal yang meresap dalam diri saya. Pertama, penelitian bukan bisa-bisaan, tapi butuh metodologi yang rapi dan terstruktur. Kedua, penelitian bukan pekerjaan individual semata—kerja sama dan kolaborasi justru menjadi kekuatannya. Ketiga, penelitian bukan semata mencari jawaban, melainkan berani menemukan pertanyaan yang tepat.

Ketiga hal ini bukan sekadar pengetahuan. Mereka seperti kompas baru dalam hidup saya, memberi arah ketika saya merasa tersesat.

Kesan yang Menancap Dalam

Pengalaman itu menancap kuat. Dari semula ragu, saya kini merasa lebih percaya diri. Dari seorang pekerja yang kerap menyimpan kegelisahan, saya berubah menjadi seseorang yang berani meneliti, bertanya, dan mencari jawaban. Tantangan yang kompleks tak lagi terasa menakutkan, melainkan undangan untuk tumbuh.

Itulah mengapa saya sangat merekomendasikan pelatihan penelitian Litbang ini. Bukan hanya untuk menambah keterampilan, tetapi juga untuk menemukan versi diri yang lebih berani. Sebab pada akhirnya, hidup ini sendiri adalah penelitian panjang: sebuah proses belajar tanpa henti, di mana setiap pertanyaan membawa kita lebih dekat pada pemahaman.

Share Button