Upah Dikurangi, Buruh Perkebunan Datangi DPRD

Sekitar 100 orang buruh perkebunan Lidjen, Licin, Banyuwangi mendatangi DPRD Banyuwangi, Senin (27/04/2015) siang. Mereka meminta DPRD setempat bersikap terkait dikuranginya nilai upah para buruh. Para buruh mengklaim upahnya anjlok dari Rp 2,2 juta menjadi Rp 1 juta lebih. Kondisi ini berdampak pada kesejahteraan para buruh.

Aksi para buruh ini digelar pukul 10.00 WIB. Tiba di kantor DPRD, mereka langsung berorasi, sejumlah poster dibentangkan. Isinya, mendesak DPRD menyelesaikan persoalan para buruh di perkebunan Lidjen. ” Kami meminta DPRD menyelesaikan persoalan para buruh. Sejak ganti pimpinan, nasib buruh justru berubah tak memuaskan,” kata Agus, koordinator para buruh.
Selain persoalan anjloknya upah, para buruh juga mempertanyakan PHK sepihak kepada beberapa buruh. Kebijakan yang merugikan kaum buruh ini muncul sejak hadirnya direktur yang baru. Padahal, mereka sudah mengabdi cukup lama. Tak hanya laki-laki, aksi kali ini juga diikuti para buruh perempuan.

Usai berorasi, perwakilan massa diterima Ketua Komisi II DPRD Banyuwangi Ma’rifatul bersama jajaran. Sedianya, mereka akan mendengar keluhan para buruh. Namun sayang, Direktur Perkebunan Lidjen Goenanto tak hadir. Hingga menjelang jam istirahat, pria ini tak kunjung tiba. Akhirnya, DPRD memutuskan menunda pertemuan dengan parah buruh tersebut. ” Karena perwakilan Perkebunan Lidjen tak hadir, pertemuan kita tunda,” kata Ma’rifatul.

Meski kecewa, para buruh hanya bisa pasrah. Mereka akhirnya memilih bubar dan meninggalkan gedung DPRD Banyuwangi. Gagalnya pertemuan dengan manajemen perkebunan Lidjen ini yang kedua kalinya terjadi. Sebelumnya, pertemuan serupa juga dijadwalkan DPRD. Namun, pihak perkebunan tak datang. Belum diketahui pemicu ketidakhadiran perwakilan perkebunan yang mengelola lahan cengkeh di barat kota Banyuwangi ini.

http://balipost.com/read/headline/2015/04/27/33609/upah-dikurangi-buruh-perkebunan-datangi-dprd.html

Share Button