Surabaya, Perwakilan buruh, di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu 26 Agustus 2017, berkumpul mendiskusikan pembentukan koperasi Credit Union (CU). Mereka ingin bebas dari masalah keuangan yang mecekik kehidupan buruh.
Pendidikan yang di mulai sehabis pulang kerja, membahas bagaimana buruh dapat merubah polar pikir dan kebiasaan konsumtif. Buruh dengan kebiasaan konsumtif ini, tidak bisa lepas dari rantai kemiskinan.
Walaupun mereka punya penghasilan pasti tiap bulan 2 juta, itu tidak cukup sehingga mereka harus berhutang pada rentenir dan bank.
Cara pengelolaan uang yang salah, menyebabkan mereka tidak bisa lepas dari namanya hutang.
Isbandi sebagai fasilitator pendidikan CU meminta buruh untuk merubah cara berfikir, budaya berhutang dan konsumtif.
“Sedangkan Wisnu, fasilitator dari Surabaya, mengatakan melalui pendidikan yang rutin buruh akan mengalami perubahan dalam segala bidang, khususnya perencanaan ekonomi keluarga,” katanya.
Fasilitator meminta buruh agar menyelenggarakan pendidikan secara rutin. Akhirnya, peserta pelatihan sepakat untuk mengadakan pendidikan secara rutin agar paham pola kerja CU.
Pada pertemuan selanjutnya, buruh akan belajar tentang anggaran belanja rumah tangga.
Buruh yang sudah ikut pendidikan akan mengajak yang lain pada pertemuan pendidikan selanjutnya, sehingga banyak buruh yang paham dan terselamatkan dari masalah hutang.
Dengan cara mengumpulkan uang bersama-sama dalam wadah CU dan meminjamnya secara bijak, buruh tidak hanya bebas dari hutang tapi uang bisa berkembang dan bisa membuka usaha sendiri.
