Meneropong ekonomi Indonesia pasca wabah covid-19

Menurut suroto, kondisi perekonomian Indonesia saat ini tidak sedang baik-baik saja, hal ini terlihat dari pernyataan menteri keuangan bahwa diperdiksi neraca keuangan Indonesia akan mengalami defisit sebesar minus 5%. Jika kondisi ini terus berlangsung selama 2 kwuarta. Mungkin akan minus di sekitar dua setengah persen, itu prediksi sementara dari pertumbuhan ekonomi itu artinya bahwa ada masalah yang tentunya akan kita hadapi secara serius.

Hal ini disampaikan Suroto ketika menjadi narasumber dalam diskusi online yang diadakan oleh Wadas Surabaya pada tanggal 2 Juni 2020 dengan tema “Meneropong ekonomi Indonesia pasca covid-19”.

Kegiatan diskusi ini terselengara atas dukungan SP-Danmon. Sebanyak 19 orang yang hadir dalam diskusi tersebut, mereka dari perwakilan beberapa serikat dan kelompok pendamping buruh yang selama ini bekerja bersama Wadas dan juga beberapa mahasiswa juga hadir dalam diskusi tersebut. Diskusi yang berlangsung selama 2 jam tersebut dimulai pukul 14.00 sampai 16.00.

Suroto adalah seorang memiliki pengalaman yang sangat banyak dalam membantu masyarakat untuk mengembangkan perekonomian mandiri dalam bentuk koperasi dan credit union atau lebih dikenal dengan CU. beliau juga menjabat sebagai ketua umum AKSES Indonesia atau Asosiasi Kader Sosio-ekonomi Strategis.

Diskusi tersebut diadakan dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran kondisi perekonomian Indonesia pasca pandemi covid-19 serta hal strategis apa yang perlu mendapat perhatian untuk menyusun program kerja bagi kelompok pendamping buruh dan serikat buruh. Sebagai penutup dalam paparan diskusi Suroto mengajak untuk membangun solidaritas bersama melakukan upaya-upaya serius bagaimana membangkitkan ekonomi kembali dengan melihat potensi-potensi yang dapat dikembangkan.

Share Button