Kami memanggilnya pak Mus, dia adalah tetangga kami yang sering mengantar air minum isi ulang ke rumah yang kami beli dari dia. Bukan hanya air isi ulang namun juga kebutuhan kecil-kecil untuk keluarga kami seperti telor, beras, minyak atau kadang anak-anak pergi ke rumahnya untuk membeli sekedar jajan atau mie instan.
Sebenarnya kami sudah memiliki langganan air isi ulang dari tempat lain, namun semenjak pak Mus membuka toko kira-kira satu tahun yang lalu, kami memutuskan untuk membeli di tokonya. Itung-itung membantu tetangga yang terkena PHK akibat pandemi.
Ya, pak Mus tetangga kami itu adalah salah satu orang dari sekian banyak pekerja yang terdampak pandemi covid. Toko tempat dia bekerja yang terletak di sebuah pusat grosir di Surabaya itu menjual berbagai macam textile, penjualannya pun sampai keluar kota bahkan sampai ke wilayah Lombok.
Saat pandemi terjadi pak Mus harus menelan pil pahit PHK, dia dan beberapa temannya awalnya diminta oleh tokonya untuk tidak usah datang ke toko dulu alias dirumahkan tanpa mendapat upah dengan alasan tokonya tidak bisa berjualan karena terkena pembatasan atau PSBB. Seiring berjalannya waktu, pak Mus dan beberapa kawannya mendapat pemberitahuan dari toko tempat dia bekerja bahwa tokonya sudah tidak bisa menerima mereka Kembali dan menawarkan pesangon yang cukup kecil untuk orang yang telah bekerja cukup lama.
Pak Mus yang saat ini hanya tinggal bersama dengan satu anak angkatnya karena istrinya sudah lama meninggal dunia, dia harus berusaha melanjutkan hidupnya. Dengan uang pesangon yang tidak seberapa besar dia mencoba membuka toko kecil-kecilan di teras rumahnya.
Berbekal pengalaman bekerja di toko tekstil dia berusaha mengelolanya dengan baik walau sebenarnya dia sendiri menyadari selama bekerja di toko puluhan tahun tidak pernah terpikir bahwa dia akan punya toko sendiri walau kecil. Namun dia tidak punya pilihan lain. Untuk kerja di tempat lain tidak mungkin karena usia yang sudah tua maka pilihannya hanya berjualan untuk melanjutkan hidup.
Pandemi virus corona yang terjadi di negara kita bahkan juga menyerang seluruh negara yang ada di dunia telah memporak porandakan berbagai sendi kehidupan masyarakat terutama sector perekonomian. Mungkin pak Mus adalah salah satu dari kira-kira 3,5 juta buruh di Indonesia yang harus mengalami PHK akibat pandemi ini. Namun pandemi juga menjadi sebuah ujian akan pelajaran hidup kita selama ini, sejauh mana kita memiliki ketangguhan dalam menjalani kehidupan di saat tantangan berat menerpa kita. Pak Mus mungkin juga salah satu contoh dari sekian banyak buruh yang harus berusaha bangkit dari situasi keterpurukan ekonomi akibat pandemi. Semoga pandemi segera berakhir. (Andri)

