Refleksi Kemerdekaan Oleh Buruh Pada Masa Pandemi

Perjalanan panjang bangsa Indoesia sebagai sebuah negara yang merdeka sudah memasuki usiannya yang ke-76 Tahun. Dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara sudah banyak dilalui dalam mengiringi setiap hari-hari kemerdekaan kita. Termasuk juga pada usiannya yang saat ini, momentum kemerdekaan diiringi dengan masih terjadinya pandemi covid-19.

Kondisi pandemi yang terjadi ini, membuat saya kembali menggali lagi makna kemerdekaan bagi saya dari prespektif sebagai seorang buruh. Ada dua pertanyaan dalam benak saya yang hendak saya utarakan, mulai dari apakah dengan kondisi ini, kita sebagai seorang buruh dapat dikatakan telah merdeka? dan Bagaimana kita sebagai seorang buruh dapat mengisi kemerdekaan tersebut?

Pertama, Kemerdekaan adalah sebuah kondisi dimana suatu bangsa atau negara yang pemerintahannya diatur oleh bangsanya sendiri tanpa intervensi pihak asing. Pada saat ini, pandemi covid telah mengintervensi kehidupan berbangsa dan bernegara kita. Kita dipaksa untuk menahan diri dan dipaksa untuk berinovasi secara cepat jika tetap ingin bertahan dengan keadaan yang ada. Sebagai seorang buruh, meskipun tidak semua dalam kondisi yang sama, kita sebagai buruh sebagian besar hanya bisa mengikuti sistem yang ada. Sistem yang memaksa kita untuk bertahan dan berinovasi tersebut hanya bisa dilakukan oleh segelintir golongan saja. Jika dalam sistem yang dibangun tersebut terjadi kegagalan maka akan membuat buruh dihantui oleh rasa kekwatiran sehingga tidak mampu untuk menikmati kemerdekaan.

Kedua, terkait dengan bagaimana cara kita untuk dapat mengisi kemerdekaan. Sebagai seorang buruh, tugas mengisi kemerdekaan dapat kita lakukan dengan menghidupi pekerjaan yang kita lakukan. Menghidupi disini maksudnya ketika kita sedang bekerja kita bertanggungjawab atas pekerjaan tersebut. Melalui tanggungjawab tersebut, kita menunjukan dedikasi perjuangan untuk keberlangsungan suatu usaha. Karena melalui sebuah usaha, roda perekonomian akan berlangsung dengan baik dan kita terus dapat menghidupi diri sendiri, orang lain, dan negara ini.

Share Button