Pada hari Senin (23/8), WADAS yang terdiri dari Romo Novan, CM, Andri, dan Johan bersama dengan 3 orang kawan dari YKBS mengunjungi Romo Parno, CM di Griya Samadhi Vinsensius (GSV), Prigen, Pasuruan.
Pada kesempatan tersebut, sembari bersilaturahmi kembali dengan Romo Parno yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Ketua YKBS serta sebagai Romo Moderator WADAS, WADAS juga berbagi kisah tentang dinamika pendampingan kepada buruh selama masa pandemi covid-19 ini.
Terkait dengan dinamika pendampingan, Romo Parno menyampaikan pesan bahwa tantangan dalam pendampingan perburuan tidak akan pernah berhenti.
“Tantangan akan selalu ada karena fenomena yang ada saat ini pendampingan kepada buruh hanya bersifat karitatif dan cendrung tanpa risiko. Hal itu yang menjadi ancaman lesunya pendampingan kepada buruh. Padahal pendamping perburuhan selalu berhadapan dengan risiko” Ujar Romo Parno yang juga pernah menjabat sebagai Romo Moderator Forum Pendamping Buruh Nasional (FPBN).
Selain itu Romo Parno juga menyampaikan pesan bahwa seorang aktivis, kita dituntut untuk selalu kreatif dan inovatif menghadapi perkembangan yang ada di tengah masyarakat. Lebih dari itu, dalam menghidupi semangat untuk hidup bagi orang lain, kita juga harus menghidupi semangat untuk diri sendiri serta keluarga yang kita miliki. (Penulis: Yohanes Baptista Cahaya Misjuan)
