“Kalo jodoh tidak akan kemana”, Kalimat sederhana ini bisa mewakili kisah hidupku bersama dengan Wadah Asah Solidaritas (WADAS) Surabaya.
Sebelumnya perkenalkan, namaku Yohanes Baptista Cahaya Misjuan, usiaku 23 tahun dan Johan adalah panggilan akrabku. Saat ini, sudah 6 bulan aku bergabung dengan WADAS. WADAS sendiri adalah salah satu divisi yang berada dalam naungan Yayasan Kasih Bangsa Surabaya (YKBS) yang bergerak pada pendampingan dan pengembangan buruh beserta keluarganya.
Jauh sebelum 6 bulan terakhir aku bergabung dengan WADAS sebagai seorang relawan, aku sudah mengenal WADAS sejak belasan tahun sebelumnya, lebih tepatnya 17 Tahun yang lalu. Saat itupula, WADAS masih dalam format yang lama dan masih bernama Kerukunan Pekerja Katolik (KPK).
Waktu itu, keluargaku adalah salah satu keluarga dampingan KPK basis Warugunung. Aku teringat bagaimana para pembina saat itu sangat memperhatikan keluargaku dan keluarga yang lain di basis Warugunung. Mereka benar-benar memperhatikan kami, tidak hanya para orang tua yang bekerja saat itu menjadi buruh, melainkan juga kami anak-anak buruh diperhatikan mulai dari tumbuh kembang sampai dengan pendidikannya.
Kebersamaanku dengan KPK pada saat itu terjalin kurang lebih 6 tahun lamanya. Selama kebersamaan itu, sebagai seorang anak kecil yang perlahan tumbuh remaja banyak hal yang aku pelajari dari para pembina, namun yang paling membuatkan berkesan adalah bagaimana tentang sikap kepedulian dan keberpihakan kepada kaum miskin serta pada isu-isu ketenagakerjaan adalah hal selalu menginspirasiku agar bisa seperti para pembinaku itu.
Singkat cerita, aku sudah tumbuh dewasa dan kuliah mengambil disiplin ilmu hukum, aku sudah 10 tahun lebih tidak bersua ataupun mendengar kabar tentang KPK. Hingga akhirnya pada tahun 2019 ketika sedang berdiskusi perihal mata kuliah hukum ketenagakerjaan dengan pembina beasiswaku, aku dan pembina beasiswaku sama-sama baru menyadari bahwa pembinaku yaitu Mas Wisnu adalah pendamping yang mendampingi keluargaku di KPK basis Warugunung.
Lebih lanjut, setelah itu aku dan semakin bersemangat belajar tentang isu-isu ketenagakerjaan. Hingga akhirnya pada kesempatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) aku mengusulkan kepada kelompok KKN ku saat itu untuk KKN melakukan pendampingan kepada buruh pabrik untuk melakukan penyuluhan hukum ketenagakerjaan, akhirnya kelompok KKN ku diarahkan kepada lembaga WADAS, di WADAS ini setelah berdiskusi dengan koordinatornya yaitu mas Andri aku baru tau bahwa WADAS ini adalah format baru dari KPK yang dulu mendampingi keluargaku dan keluarga lain di Warugunung.
Mengetahui aku bertemu kembali dengan cinta lamaku, mulai dari bertemu kembali dengan para pembina KPK terdahulu sampai dengan berjumpa dengan WADAS yang merupakan format baru dari KPK yang dulu mendampingiku, membuatku teringat kembali tentang bayangan masa kecilku yang mana membuatku terinspirasi untuk peduli dengan orang-orang yang membutuhkan serta semakin memantapkan untuk mempelajari hukum ketenagakerjaan agar dapat memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan.
Sejak saat itu, aku mulai berpartisipasi dalam kegiatan yang diadakan WADAS, melalui berpartisipasi dengan kegiatan yang diakanan oleh WADAS aku semakin mengenal kelompok-kelompok buruh, belajar banyak dari pengalaman yang mereka miliki dan mengetahui tantangan-tangan apa saja yang mereka hadapi.
Melalui semua dinamika yang terjalin kembali setelah sekian lama, akhirnya aku pun bergabung dengan WADAS. Bila dulu aku adalah keluarga yang didampingi dengan sangat baik oleh WADAS, aku berharap aku bisa melakukan hal yang sama dan bahkan lebih baik dari yang sebelumnya sebagai wujud rasa syukur atas pendampingan yang pernah WADAS berikan kepadaku dan keluargaku.
Hingga benar kata orang, kalo jodoh itu tidak kemana. Aku dan WADAS sudah lama bersama, kemudian berpisah juga sangat lama, namun kasih karunia Tuhan yang mempertemukan kembali dengan kondisi yang berbeda. Perjalananku di WADAS baru saja di mulai, besar harapan agar lembaga ini dapat membantu lebih banyak orang yang membutuhkan terkhusus buruh dan keluarganya. (Penulis: Yohanes Baptista Cahaya Misjuan)

