Nasib Pembuat Gula Merah

Hampir 1,5 tahun sejak pandemi covid-19, kami dari WADAS memutuskan untuk tidak melakukan kegiatan kunjungan kawan-kawan komunitas buruh atau serikat. Setelah situasi dirasa cukup aman kami saat ini kembali memutuskan untuk melakukan kunjungan. 

Kunjungan kami awali dari daerah Jember dan Banyuwangi selama dua hari mulai dari tanggal 29 sampai tanggal 30 September 2021. Singkat cerita kami sampai di daerah Kali Baru, Kabupaten Banyuwangi. Setelah kami bermalam di rumah salah seorang teman pada siang harinya kami mengunjungi kawan-kawan buruh perkebunan yang ada di sana dan kami juga sempat kan untuk berkeliling di area perkebunan untuk melihat situasi dan juga melihat para pembuat gula merah.

Di tengah-tengah perkebunan terlihat berdiri seperti 2 barak memanjang dan hanya beratap genting tanpa dinding di tengah sebuah perkebunan yang terletak di daerah Kali Baru, Banyuwangi. Di sekitarnya ditanami hanya beberapa pohon kelapa.

Bangunan seperti barak itu adalah lokasi atau tempat pembuatan gula merah. Beberapa tahun lalu saat kami berkunjung di sini, di tempat ini banyak orang yang bekerja melakukan kegiatan pembuatan gula merah. Namun sekarang yang kami temui di tempat itu hanya tiga orang yang bekerja membuat gula merah.

Menurut keterangan mereka yang ada di situ, dulu ada sekitar sembilan sampai sepuluh tungku di tiap bangunan yang mirip barak namun sekarang hanya tiga tungku dari dua barak yang bersebelahan yang beroperasi memasak air nira untuk dijadikan gula merah. Jika dulu mereka mampu menghasilkan 45 kg perdua hari sekali namun sekarang hanya mampu sekitar 25 kg tentu ini juga berdampak pada penghasilan mereka.

Sekarang para pembuat gula merah tersebut banyak yang memutuskan pindah ke perkebunan lain. Kondisi ini disebabkan telah terjadi pemilik kebun memutuskan untuk mengganti pola tanam yang hasilnya lebih menguntungkan pemilik kebun dari pada harus menerima setoran dari para pembuat gula merah.

Jika dulu terhampar pepohonan kelapa dan tanaman keras lainnya seperti mahoni dan pohon sengon, sekarang ini lebih banyak ditanami oleh buah semangka dan beberapa tanaman keras yang dulu sudah ada. Pohon kelapa telah berganti dengan buah semangka.